Friday, October 16, 2015

Filled Under:

Jika Hati Ingat Pada Alloh – AaGym


Segala puji hanya milik Alloh Swt. Sesungguhnya Alloh selalu melihat perbuatan kita. Alloh selalu mendengar setiap bisikan kita. Alloh mengetahui apapun rahasia kita. Tak ada yang tersembunyi dari-Nya sekecil apapun. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Sahabatku, dimanapun kita berada, kapanpun kita berada, sesungguhnya Alloh pasti memperhatikan kita. Dimanapun kita berada, kapanpun kita berada, sesungguhnya ada malaikat yang mencatat setiap ucapan dan amal perbuatan kita.
Alloh dan malaikat-Nya memang ghoib, kita tidak bisa melihatnya. Akan tetapi, jikalau seseorang memiliki iman yang kuat, walaupun Alloh dan malaikat tidak nampak pada pandangan matanya, namun ia yakin bahwa ia selalu ada dalam pengawasan-Nya. Ia meyakini itu seolah ia sedang melihat Alloh secara langsung. Rosululloh Saw. menerangkan hal ini sebagai konsep ihsan.
Ketika malaikat Jibril a.s bertanya kepada Rosululloh Saw. mengenai ihsan, maka beliau Saw. bersabda,Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)
Semakin kuat iman seseorang, maka semakin mudah ia untuk selalu ingat kepada Alloh Swt. Sebaliknya, semakin lemah imannya, maka akan semakin jauh dia dari mengingat Alloh Swt. Kita perlu mengukur kadar keimanan kita. Mengukurnya bukan dengan pengakuan lisan, tapi dengan kejujuran hati.
Ada orang yang ingat kepada Alloh hanya ketika ditanya saja. Jika tidak ditanya, maka dia lupa. Semakin seseorang ingat terus kepada Alloh, dalam setiap keadaan, maka itu tanda iman yang bagus. Semakin imannya bagus, yakin kepada Alloh, maka dunia ini baginya semakin tidak menarik. Mengapa? Karena yang menarik baginya hanyalah Alloh Swt. Semakin imannya bagus, maka semakin tidak tertarik ia untuk bergantung kepada makhluk. Mengapa? Karena satu-satunya tempat bergantung baginya hanyalah Alloh Swt.
Semakin kuat iman seseorang, maka pangkat dan jabatan baginya tak berarti lagi. Karena ia akan fokus pada tanggungjawab menjalankannya. Ia ingat bahwa itu adalah amanah dan akan diperhitungkan di hadapan Alloh Swt. di yaumil hisab. Ia tidak akan membangga-banggakan pangkat, jabatan itu, karena yang terbayang olehnya adalah pertanggungjawaban atas amanah itu. Ia tidak akan membangga-banggakan harta kekayaan, karena yang terbayang olehnya adalah hisabnya, setiap satu sen yang ia gunakan akan dipertanggungjawabkan. Maa syaa Alloh.
Maka dari itu saudaraku, penting bagi kita mengupayakan agar iman kita selalu meningkat. Iman kita memang akan naik turun, namun penting bagi kita berikhtiar agar setelah turun, selalu naik lagi lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Kuncinya adalah dengan mengingat Alloh Swt. di setiap waktu kita, selalu menghadirkan Alloh di dalam hati dan pikiran kita.
Karena Alloh Swt. berfirman, (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du [13] : 28)
Semoga kita tergolong orang-orang yang senantiasa mengingat Alloh Swt. dalam keadaan apapun. Sehingga kita memiliki iman yang kuat dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.
Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA




0 comments:

Post a Comment